RSS

Perlu Libatkan Ormas Islam Berantas Aksi Terorisme

21 Agu

Jakarta, mbakdloh
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan gerakan memberantas terorisme di Indonesia bukan hanya urusan pemerintah. Akan tetapi juga masalah ormas Islam karena terkait dengan masalah keagamaan.

Terorisme itu tidak hanya urusan pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat dan organisasi keagamaan. Kalau di sini (di bidang ideologi dan agama), sudah wilayahnya organisasi keagamaan, KH Hasyim Muzadi, saat Launching Muktamar ke-32 NU, di Jakarta, Rabu (19/8).

Lebih lanjut, Hasyim pun menyayangkan Ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah tidak dilibatkan dalam pemberantasan aksi terorisme di tanah air.

Sekarang NU dan juga Muhammadiyah sudah tidak dilibatkan lagi. Padahal itu (gerakan moral memberantas terorisme) tanggungjawab kita semua, katanya.

Menurut dia, kondisi pemberantasan terorisme yang dilakukan saat ini berbeda saat setelah tragedi Bom Bali pada 2005 silam. Pada saat itu, pemerintah dan aparat penegak hukum mengajak ormas keagamaan untuk membantu mencegah berkembangnya paham terorisme di masyarakat.

Polisi yang saat itu Kapolri-nya Pak Dai Bachtiar, banyak berdiskusi secara intensif dengan kita (tokoh lintas agama) dalam memberantas terorisme, mencegah berkembangnya ideologi teror itu, ungkapnya.

Terkait hal itu, dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 25-31 Januari 2010 mendatang, Menurutnya NU akan merumuskan gerakan anti-terorisme menurut tinjauan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Pasalnya, kata dia, hanya dengan paham Islam moderat ala Aswaja itulah, dakwah anti-kekerasan dan anti-terorisme dapat efektif.

Menurut dia, memberantas terorisme tidak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan pendekatan keamanan atau militer, melainkan juga harus secara moral dan ideologis. Sebab, menghadapi terorisme dengan pendekatan militer dapat melahirkan terorisme baru.

Misalnya saja, penyergapan teroris di Temanggung, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Menurutnya, cara yang dipakai aparat kepolisian saat itu tidak efektif. Pasalnya, tampak berlebihan. Hal seperti itulah yang dinilainya akan melahirkan terorisme baru.(pelita/ay)

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 21 Agustus 2009 in Berita

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: