RSS

Keutamaan Sabar

SABAR adalah salah satu anak tangga yang mesti dilalui oleh orang-orang yang mendambakan kedekatan diri dengan Allah SWT. Sabar dalam Al-Quran tidak identik dengan pendiam, atau tidak melawan ketika dianiaya. Substansi sabar ialah melakukan pengendalian diri di saat kita memiliki kemampuan. Kemampuan untuk mencekal berbagai keinginan nafsu disaat kita memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu. Misalnya, kita memiliki uang untuk membeli sesuatu tetapi nurani memberikan bisikan bahwa tidak etis membeli sesuatu itu di saat tetangga di sekitar kita sedang menderita. Kita memiliki kemampuan untuk membalas tetapi kita maafkan oarang itu. Kita menekan amarah dan mengembalikan segala persoalan kepada Allah SWT.
Sabar selalu banyak ujiannya. Sabar yang sesungguhnya ialah kemampuan untuk mempertahankan kesabaran di tengah ujian-ujian itu. Sabar seperti inilah yang dapat mengundang anak tangga berikutnya yang kita kenal dengan wara yakni sikap proteksi diri yang amat tinggi terhadap dosa dan maksiat. Orang-orang yang berhasil mempertahankan kesabaran sebagai seikap hidupnya maka mereka akan senantiasa bersama dengan Allah SWT. Orang-orang yang sabar akan memperoleh keutamaan-keutamaan dari Allah SWT.
Secara umum sabar bisa dibagi kepada tiga bagian, pertama, sabar didalam melakukan ketaatan, baik ketaatan yang bersifat fardlu atau wajib maupun ketaatan untuk menjalankan sesuatu yang bersifat sunnat. Kedua, sabar didalam menjauhi dosa dan maksiat. Ketiga, sabar didalam menerima cobaan Allah SWT, misalnya cobaan dalam bentuk musibah, kekecewaan, atau penyakit.
Orang yang mampu mempertahankan kesabaran ketika ia dilanda salah satu atau beberapa jenis tantangan tersebut maka Allah SWT akan memberikan bonus dalam bentuk peningkatan anak tangga kedekatan dengan diri-Nya. Bagi orang yang bersahabat dengan kesabaran hidupnya akan tenang karena selalu positive thinking terhadap Allah SWT. Jika ia ditimpa musibah ia menganggapnya sebagai Surat cinta Tuhan terhadap dirinya. Mungkin Tuhan merindukan dirinya sehingga diutus musibah itu kepada dirinya. Memang sering kali ujian musibah itu lebih cepat menyadarkan diri seseorang kepada Tuhannya ketimbang dalam bentuk ujian kenikmatan. Jarang orang bisa lebih dekat secara emosional kepada Tuhannya pada saat diuji dengan kemewahan dan kenikmatan. Jutru dengan ujian berupa musibah dan kekecewaan hidup seseorang bisa lebih efektif berpaling menuju Tuhannya.
Orang-orang yang sabar dalam menjalani kehidupannya seringkali merasakan keajaiban langsung dari Allah SWT. Kita jangan pernah memandang enteng orang-orang sabar karena ia selalu berada dalam pengawasan Allah dan malaikat-malaikatnya, sebagaimana di dalam firmannya: Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan 5.000 Malaikat yang memakai tanda. (QS Ali Imran/3:125).
Orang-orang yang bersabar juga selalu dijanjikan keberuntungan dari Allah SWT: Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. (QS Al-Sadah/32:24).(Nasaruddin Umar, Gurubesar UIN Jakarta dan Pengasuh Pengajian Tasawuf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta)

 

2 responses to “Keutamaan Sabar

  1. Richard F A

    3 September 2010 at 23:06

    posting anda mengatakan “Sabar dalam Al-Quran tidak identik dengan pendiam, atau tidak melawan ketika dianiaya.” , sedangkan ini posting ini “Ini seperti yang digambarkan oleh Abdullah bin Mas’ud ketika ia berkata, “Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudian ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari) Orang-orang semacam ini adalah orang-orang yang kuat, orang-orang yang sabar, dan orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi.” bisakah anda menjelaskan ini ?

     
  2. dede

    2 Oktober 2010 at 21:50

    sabar dalam artian ketika orang yang menganiyaya kita tidak tau apa yang dia lakukan, dia tidak tau bahwa perbuatannya itu tidak baik. maka kita harus sabar karena dia tidak tau, tapi apa bila orang yang menganiyay kita itu tau benar bahwa perbuatannya itu salah. maka kita harus membalasnya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: