RSS

KH. Abd. Hamid Pasuruan

26 Mei

Terkenal sebagai Waliyullah; Falsafahnya Pohon Kelapa

Orang mengenal Kiai Hamid karena beliau dikenal sebagai seorang wali. Dan orang mengatakan wali – biasanya – hanya karena keanehan seseorang. Tidak banyak yang tahu tentang sejatinya beliau. Nah ! Dalam rangka memperingati haulnya pada bulan Mei ini kami turunkan sekelumit tentang beliau.

Seperti halnya orang mengenal Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani sebagai sultanul auliya’, tidak banyak yang tahu bahwa sebetulnya Syekh Abdul Qodir adalah menguasai 12 disiplin ilmu. Beliau mengajar ilmu qiraah, tafsir, hadits, nahwu, sharaf, ushul fiqh, fiqh dll. Beliau sendiri berfatwa menurut madzhab Syafi’I dan Hanbali. Juga Sahabat Umar bin Khattab, orang hanya mengenal sebagai Khalifah kedua dan Panglima perang. Padahal beliau juga wali besar. Beliau pernah mengomando pasukan muslimin yang berada di luar negeri cukup dari mimbar Masjid di Madinah dan pernah menyurati dan mengancam sungai Nil di Mesir yang banyak tingkah minta tumbal manusia, hingga nurut sampai sekarang.

Kiai Abdul Hamid yang punya nama kecil Abdul Mu’thi lahir di Lasem Rambang Jawa Tengah tahun 1333 H bertepatan dengan tahun 1914 M. dari pasangan Kiai Abdullah bin Umar dengan Raihanah binti Kiai Shiddiq. Beliau yang biasa dipanggil Mbah Hamid ini adalah putra keempat dari 12 saudara.

Seperti umumnya anak cerdas, Hamid pada waktu kecil nakalnya luar biasa, sehingga dia yang waktu kecil dipanggil Dul ini panggilannya dipelesetkan menjadi Bedudul. Kenakalannya ini dibawa sampai menginjak usia remaja, dimana dia sering terlibat perkelahian dengan orang China yang pada waktu itu dipihak para penjajah. Pernah suatu saat dia ajengkel melihat lagak orang China yang sombong, kemudian orang China tersebut ditempeleng sampai klenger. Karena dia dicari-cari orang China kemudian oleh ayahnya dipondokkan ke Termas Pacitan. Sewaktu dia belajar di Termas sering bermain ke rumah kakeknya, Kiai Shiddiq di Jember dan kadang-kadang bertandang ke rumah pamannya Kiai Ahmad Qusyairi di Pasuruan. Sehingga, sebelum dia pindah ke Pasuruan, dia sudah tidak asing lagi bagi masyarakat disana.

Setelah di pesantren Termas dipercaya sebagai lurah, Kiai Hamid sudah mulai menampakkan perubahan sikapnya, amaliyahnya mulai instensif dan konon dia suka berkhalwat disebuah gunung dekat pesantren untuk membaca wirid. Semakin lama, dia semakin jarang keluar kamar. Sehari-hari di kamar saja, enath apa yang diamalkannya. Sampai kawan-kawannya menggoda . Pintu kamarnya dikunci dari luar. Tapi, anehnya dia bisa keluar masuk.

Tawadlu’ dan Dermawan.

Kiai Hamid yang kemudian diambil menantu Kiai Qusyairi adalah sosok yang halus pembawaannya. Meski sebagai orang alim dan menjadi menantu kiai, beliau tetap tawadlu’ (rendah hati). Suaranya pelan dan sangat pelan. Ketika apa saja apelan, entah mengajar, membaca kitab, berdzikir, shalat amaupun bercakap-cakap dengan tamu. Kelembutan suaranya sama persis dengan kelembutan hatinya. Beliau mudah sekali menangis. Apabila ada anaknya yang membandel dan akan memarahinya, beliau menangis dulu, akhirnya tidak jadi marah. “Angel dukane, gampang nyepurane”, kata Durrah, menantunya.

Kebersihan hatinya ditebar kepada siapa saja, semua orang merasa dicintai beliau. Bahkan kepada pencuri pun beliau memperlihatkan sayangnya. Beliau melarang santri memukuli pencuri yang tertangkap basah di rumahnya. Sebaliknya pencuri itu dibiarkan pulang dengan aman, bahkan beliau pesan kepada pencuri agar mampir lagi kalau ada waktu.

Sikap tawadlu’ sering beliau sampaikan dengan mengutip ajaran Imam Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam; “Pendamlah wujudmu di dalam bumi khumul (ketidakterkenalan)”. Artinya janganlah menonjolakan diri. Dan ini selalu dibuktikan dalam kehidupannya sehari-hari. Bila ada undangan suatu acara, beliau memilih duduk bersama orang-orang biasa, di belakang. Kalau ke masjid, dimana ada tempat kosong disitu beliau duduk, tidak mau duduk di barisan depan karena tidak mau melangkahi tubuh orang.

Kiai Hamid yang wafat pada tahun 1982 juga dikenal sebagai orang yang dermawan. Biasanya, kebanyakan orang kalau memberi pengemis dengan uang recehan Rp. 100,-. Tidak demikian dengan Kiai Hamid, beliau kalau memberi tidak melihat berapa uang yang dipegangnya, langsung diserahkan. Kalau tangannya kebetulan memegang uang lima ribuan, ya uang itu yang diserahkan kepada pengemis. Tak hanya bentuk uang, tapi juga barang. Dua kali setahun beliau selalu membagi sarung kepada masing-masing anggota keluarga.

Orang Alim

Biasanya orang yang terkenal dengan kewaliannya hanya dipandang dari kenyentrikannya saja. Tapi tidak demikian dengan Kiai Hamid, beliau dipandang orang bukan hanya dari kenylenehannya, tapi dari segi keilmuannya, beliau juga sangat dikagumi banyak kiai. Karena, memang sejak dari pesantren beliau sudah terkenal menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu kanoragan, ketabiban, fiqih, sampai ilmu Arudl beliau sangat menguasai. Terbukti beliau juga menyusun syi’iran.

Karena kedalaman ilmunya itu, masyarakat meminta beliau menyediakan waktu untuk mengaji. Akhirnya beliau menyediakan waktu Ahad pagi selepas subuh. Adapun kitab yang dibaca kitab-kitab tasawwuf, mulai dari yang kecil seperti kitab Bidayatul Hidayah, Salalimul Fudlala’ dan kemudian dilanjutkan kitab Ihya’.

Didalam mendidik atau mengajar, Kiai Hamid mempunyai falsafah yang beranjak dari keyakinan tentang sunnatullah, hukum alam. Ketika ada seorang guru mengadu bahwa banyak murid-muridnya yang nilainya merah. Beliau lalu memberi nasehat dengan falsafah pohon kelapa. “Bunga Kelapa (manggar) kalau jadi kelapa semua yang tak kuat pohonnya atau buahnya jadi kecil-kecil” katanya menasehati sang guru. “Sudah menjadi sunnatullah,” katanya, bahwa pohon kelapa berbunga (manggar), kena angin rontok, tetapi tetap ada yang berbuah jadi cengkir. Kemudian rontok lagi. Yang tidak rontok jadi degan. Kemudian jadi kelapa. Kadang-kadang sudah jadi kelapa masih dimakan tupai.

Ijazah-ijazah

Seperti kebanyakan para kiai, Kiai Hamid banyak memberi ijazah (wirid) kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secaara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain. Diantara ijazah beliau adalah:

1. Membaca Surat Al-Fatihah 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang terduga. Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.
2. Membaca Hasbunallah wa ni’mal wakil sebanyak 450 kali sehari semalam.
3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.
4. Membaca kitab Dala’ilul Khairat. Kitab ini berisi kumpulan shalawat.(m.muslih albaroni)

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Mei 2009 in Kisah Teladan

 

26 responses to “KH. Abd. Hamid Pasuruan

  1. Aby Maliki

    18 Juni 2009 at 01:07

    Wah, lebih pandai dari Nabi SAW, karena tidak tau itu buktinya tidak pernah mengajarkan kepada para sahabat…sadar..sadar

     
    • tofik

      29 Agustus 2010 at 12:10

      Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan ahlak yang baik kepada ummatnya termasuk tuturkata yang baik, tidak seperti komentarnya sodara aby maliki ini yang bisa menimbulakan kebencian, dan tidak mencerminkan ahlak seorang muslim. Jadi kalo tidak setuju dengan blog ini, tidak usah ikut”an mengomentari.
      Perlu sodara aby ketahui, para ulama adalah penerus Nabi Muhammad SAW karena beliau-beliau inilah yang meneruskan dakwah Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
      Jadi hati-hati kalo berkomentar tentang ulama…….

       
      • ucrit

        24 Oktober 2011 at 20:49

        tu orang taunya cuma tai unta

         
  2. Agus Subowo

    11 Agustus 2009 at 03:27

    Kiai Hamid banyak memberi ijazah (wirid) kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secaara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain. Diantara ijazah beliau adalah:
    1. Membaca Surat Al-Fatihah 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang terduga. Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.
    2. Membaca Hasbunallah wa ni’mal wakil sebanyak 450 kali sehari semalam.
    3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.
    4. Membaca kitab Dala’ilul Khairat. Kitab ini berisi kumpulan shalawat.(m.muslih albaroni)
    Sekarang ini kepada siapa, kalau saya mau minta IJAZAH Tersebut. Mohon di balas ke eMail saya.

    RED. Kepada KH Anwar Manshur Ponpes Lirboyo Kediri. Anda Posisi di mana ?

     
    • Ichsan Pangai

      2 Agustus 2011 at 14:29

      mohon ijazah wirid beliau diatas

       
  3. MB joko I

    27 November 2009 at 20:49

    Bukan melebih lebihkan, myngkin saat ini belum muncul lagi ulama besar sebesar Beliau KH Hamid Abdullah Bin Umar dari Pasuruan ini.
    Saya bilang, beliau lebih pantas disebut bukan Load speaker (besar corongnya/ besar halo2nya) tapi tdk ada isinya, justru beliau ini Mutiara yg tersembunyi tidak mau menonjol nonjolkan kealimannya.
    Ibaratnya : bersembunyi ditempat yang gelap kelihatan terang, ditempat yang terang tidak pernah tampak. Sungguh sangat arif, lembut tutur katanya, sungguh sangat tampak kesufiannya.

    sangat bersyukur dimasa beliau masih ada, saya pernah bertemu dan mendapat kenangan yang sangat mendalam sama beliau.

     
    • bagus

      13 April 2011 at 12:17

      q gak bisa merubah takdir,q yang masih berumur 21th tidak pernah sediktpun mendapat kenangan langsung dengan beliau,
      q iri denganmu mas,,,
      q ingin memeluk beliau,
      mgk q cm mengenal beliau dari cerita,memandang beliau dari foto…
      tapi setiap q mengingat beliau karena cinta dan rindu kepada allah swt dan rosululloh saw,hati ni bergetas,bulu ku merinding dan mata ini meneteskan air mata kerinduan beliau…

      assalamu’alaikum almaghfurllah ya hadratus syehk kh. abdul hamid..

       
  4. Fathul Umam

    9 Desember 2009 at 21:45

    Alhamdulilah, saya pengunjung yang ke-39206…
    Mudahmudahan ini benar-benar inspiratif dan menggugah jiwa kesatria kita yang membacanya.
    Amien…

    Red. : AMIIN…. doakan terus saya ini sabar dan telaten mengelola BLOG ini, sehingga bisa memberi manfaat kepada yang lain dan saya usahakan BLOG ini hanya untuk menyuarakan dakwah, tidak ngrasani, tidak adu domba dan tidak memfitnah. Hanya dakwah Islam Ahlus sunnah wal jama’ah yang bermadzhab

     
  5. MB joko I

    26 Desember 2009 at 20:18

    amin amin…
    jalankan terus blog ini apalagi menyangkut ukuwah islamiah, kabeh podo rukun gak usah wadan wadanan (Saling mengolok olok), sing rumongso pinter gelem muruk lan benderno sing bodo kanti sabar, sing rumongso bodo cetek ilmune kudu wani takon marang sing cukup lan pinter. salam lan sungkemku kanggo poro pinisepuh, sesepuh agomo. tak jaluk barokahe..

     
  6. alyimran

    11 Januari 2010 at 10:03

    blog bagus…. masih sedikit yang menampilkan islam ala NU atau aswaja… teruskan…………

     
  7. Syaiful hijab

    24 Februari 2010 at 09:55

    Mana nukilan karomah2x? Tlg tmpilkan…! Sy NU tlen.

     
  8. imam

    2 September 2010 at 14:49

    Semoga ruh Beliau selalu dalam dekapan erat nan mesra dari ALLAH SWT, dan meski sedikit “nyiprat” kepada umat , khususnya yang mencintainya ……………. Amien.

     
  9. addon

    13 November 2010 at 09:06

    kalau tidak salah beliau mendapat ijazah fatihah 100x tiap hari dari kyainya yaiyu KH Dimyati Attarmasie Pacitan jawa timur…

     
  10. toni

    30 November 2010 at 22:18

    ass.subhanallah sungguh beliau memegang teguh amanah dari Rasulullah s.a.w. oleh sebab itu marilah kita contoh beliau lewat hadits-hadist qudsi maupun Riyadhus shalihin dan arbain. wass.

     
  11. supendi

    9 Desember 2010 at 00:48

    Sunngguh, beliau sosok ulama yang kuat pegang amanah

     
  12. Nur slamet

    8 Februari 2011 at 14:58

    Ana dukung slalu dakwa antum apalgi mengangkt sira2 para aulia.Smoga ALLAH meridhoi

     
  13. Abdul Hadi

    6 April 2011 at 08:23

    Alhamdulillah, saya adalah orang yg sangat beruntung, dulu sewaktu aku mau berangkat sekolah sekitar th 1982 an, selalu bertemu dgn Mbah Romo KH. Abdul Hamid, saya selalu bersalaman dgn beliau,…tangannya begitu halus, tutur katanya begitu lembut. dan sampai skrg saya tidak lupa kirim do’a untuk beliau, alhamdulillah sudah lebih dua minggu lalu saya bermimpi ketemu baliau,……… tapi apa arti dari mimipiku itu?…..bisakah aku ketemu beliau lagi?…

     
  14. abdul Hady

    6 April 2011 at 08:39

    Alhamdulillah sy termasuk org yg beruntung, dulu sewaktu sy SMA mau berangkat sekolah selalu sering ketemu Mbah Romo KH. Abdul Hamid, tangan nya begitu halus, tutur katanya begitu lembut, sampai sekarang hampir tiap hari saya selalu kirim Do’a untuk beliau, alhamdulillah sudah lebih dua minggu sy bermimpi ketemu beliau,…….dan sy sedikit demi sedikit mencoba mengamalkan ijasah beliau,…….semoga sy mendapat karomahnya…amien…amien…amien.

     
  15. ween32

    8 Mei 2011 at 02:47

    seaya tdk pernah jumpa beliau (beliau wafat sy msih kecil) kecuali 1x dlm mmpi..dan bgitu merindukan beliau..trmasuk seorg insan kamil..sempurna..tdk akan ada pengganti sederajat beliau..bahkan imam mekah syekh maliki alm. sgt menghormati sdgkan kpd waliyullah yg lain syekh maliki bergurau tp thd mbah hamid beliau tdk berani..sgt segan..
    aby@anda baik2 aja skrg?

     
  16. Raka yusna Wiryawan

    19 Agustus 2011 at 07:11

    om saya ikut copas artikel nya ya …salam Gusdurian

     
  17. ifriziah

    19 Oktober 2011 at 16:45

    subhanallah…..begitu bersahajanya kyai Hamid…..semoga saya juga bisa menemukan ulama yg membuka majlis taklim di kota lamongan…agar saya bisa mendapatkan ilmu agama…karena saya bukan orang lamongan asli sehingga tdk tahu dimana saya bisa menemukan ulama yg bisa membagi ilmunya….dalam suatu majles

     
  18. abdul hamid

    21 November 2011 at 06:46

    Abu maliky itu emang dajjal..bisanya cuma kritik..kencing aje blum lurus..apalagi aqidahnya..ahludhalalah..SALAPI WAHHABI..salah pilih..wacana hantu bisulan..kapok lho

     
  19. awan

    26 November 2011 at 17:22

    illa hadrothi assyhech,alhaj,almurobbi,al’arifbillah,syaikhuna abdul hamid bin abdullah umar…alfatihah

     
  20. Kang Tono

    21 Desember 2011 at 15:02

    Dengan hati yang ikhlas lahir batin aku akan senang untuk bisa meneruskan cita cita beliau. Namun mampukan diriku untuk mencontoh ajaran ajarannya. Ya Alloh berikan jalan yang lurus pada hambaMu ini untuk selalu mengamalkan dan mematuhi semua perintahmu dan menjauhi segala laranganMu seperti yang dicontohkan oleh Beliau Kyai Abdul Hamid bin Abdullah umar. Amin

     
  21. Diego

    16 Februari 2012 at 14:43

    Alhamdulilah, dulu saya ndak begitu peduli dg ulama,kiyai dsb.dlm benak sy kalo mau mengagungkan ckp Rosululoh saw saja. Tp lama lama sy jd tertawa sndiri, sdkt2 harus spt yg dcontohkan Rosul… Pdhal kelakukan saya jauh lbh jelek dr org2 yg sy anggap aneh(para santri yg tunduk pd kyai2). Dalam akal saya timbul, kalo bukan dr kiyai,ulama cs. Apa mungkin sy ini bs mengenal Rosul and agama yg dibawanya yaitu islam?? Terimakasih para wali,kiyai dan ulama. Terutama mbah yai khamid,karena sy tinggal di pasuruan. Untuk belau.. Al faatihah.

     
  22. Ade abd.hamid

    29 Maret 2012 at 20:42

    Ana hnya t’ingat dawuh shaechi bhw bliau mbah hamid mrupakn wali sejat

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: