RSS

Nabi Ibrahim a.s Gambaran keluarga Sakinah (khutbah Idul Adha)

16 Nov

Nabi Ibrahim a.s Gambaran keluarga Sakinah
(Khutbah Idul Adha)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله ُأكْبَرْ 9 x لاَإلَهَ إلاَّ الله ُوَالله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد
الحَمْدُللهِ الَّذِى أَوْضَحَ طَرِيْقَ العِبَادَةِ لِعِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ فَسَهَّلَ لَهُمْ سُلُوْكَُهَا لِيَكُوْنُوا مِنَ الفَائِزِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْنَا بِهَامِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ. وَإَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى هُوَ بِالمُؤْمِنِيْنَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عََلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَادَامَ المُسْلِمُوْنَ فِى الإِهْتِمَامِ بِعِبَادَةِ رِبِّهِ العَظِيْمِ. أَمَّابَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ ! اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ, وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ, قَالَ الله ُعَزَّ وَجَلَّ :
إِنَّاأَعْطَيْنكَ الكَوْثَرَ, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ, إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.

Hadirin dan hadirat, jama’ah rahimakumulloh

Sebagai hamba Allah yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya marilah kita bersama-sama senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan kita juga senantiasa memanjatkan syukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat, rahmat, dan ma’unah-Nya kepada kita sekalian, sehingga kita dapat melaksanakan tugas sebagai hamba, dan melaksanakan kewajiban ibadah kepada-Nya. Semoga semua amal kita dicatat dan diridloi oleh Allah S.W.T.
Hadirin dan hadirat, jama’ah rahimakumulloh

Bagi mereka yang dipilih Allah untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun ini, kita do’akan mereka selamat aman dalam perjalanan dan amalnya diterima Allah sebagai HAJI yang mabrur. Haji adalah ibadah yang sangat dalam maknanya. Ibadah haji merupakan simbol penghambaan diri secara penuh kepada Allah S.W.T. Manusia apapun jabatannya, kekuasaan yang dipegangnya, harus patuh dan tunduk pada aturan yang ditetapkan Allah dalam haji. Tidak seorang pun yang memprotes kenapa dia harus berputar tujuh kali keliling mengitari ka’bah ditengah lautan manusia, berlari-lari kecil diantara shofa dan marwa. Tidak seorang pun yang keberatan berpanas-panas dipadang Arofah, kemudian malamnya yang tengah lelah mereka harus singgah di muzdalifah sambil mencari batu-batu kecil untuk melempar jumroh pada waktu siangnya. Itu semua merupakan aturan aturan yang telah ditetapkan Allah S.W.T malalui nabi pilihan-Nya. Tidak seorang pun yang dapat menolak dan mengingkari aturan itu. Mereka begitu pasrah, patuh dan tunduk sepenuhnya pada sistem Allah S.W.T.

Inilah pelajaran yang harus kita pertahankan dalam seluruh sektor kehidupan kita, tidak hanya taat pada aturan Allah dalam beribadah tetapi juga dalam menata kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Hadirin dan hadirat, jama’ah rahimakumulloh

Bagi mereka yang menyaksikan langsung peristiwa Arafah, lautan manusia di tengah padang pasir dengan busana yang serba putih, mengingatkan kita semua akan hari berbangkit dari alam kubur di padang mahsyar pada hari perhitungan. Semua kita dibangkitkan Allah dari kuburnya berkumpul di satu tempat sejak manusia pertama Adam a.s hingga manusia terakhir. Semua kita mempertanggung jawabkan amalnya dihadapan Yang Maha Adil, Allah S.W.T. Tidak ada dosa yang disembunyikan, tidak ada kesalahan yang luput dari perhitungan Allah, tidak ada yang bisa lari dari pengadilan-Nya, pengadilan yang tidak pernah curang dan tidak mengenal pilih kasih. Dosa besar dan kecil semua terdaftar dalam catatan amal setiap insan.

Firman Allah dalam Q.S. Al-Kahfi: 49
                             

Artinya: Dan ditunujukkanlah buku (catatan amal manusia) maka kau lihat orang-orang pendosa itu ketakutan terhadap apa yang tertulis didalamnya dan mereka berkata : celakalah kami, buku apakah ini, tidak ada yang luput baik yang besar dan kecil melainkan semua tercatat di dalamnya dan mereka menyaksikan amal pekerjaan mereka hadir (tertulis di hadapan) mereka. Tuhanmu tidak mendzolimi seorangpun dari hamba-Nya.

Hadirin dan hadirat, jama’ah rahimakumulloh

Allah juga mensyari’atkan kepada kita untuk menyembelih hewan kurban sebagai amal tathowwu’ (amal sunah) bagi umat Islam yang sangat besar pahalanya. Hukumnya sunah muakkad. Bagi yang sanggup meyembelih qurban disunahkan setiap tahun sekali. Ibadah yang satu ini mengingatkan kita kembali kepada nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putra kesayanganya, Ismail a.s, demi memenuhi tuntutan Allah atas dirinya. Bagi Ibrahim perintah Allah diatas segala-galanya, diatas kecintaan pada anak dan keluarga. Namun Allah tetap berkuasa mengganti sembelihan itu berupa domba dan Ismail tetap hidup untuk meneruskan keturunannya yang kemudian melahirkan nabi Muhammad S.A.W

Sikap dan perilaku Nabi Ibrahim inilah yang seharusnya kita jadikan sebagai teladan dalam memupuk sikap patuh dan pasrah kepada Allah. Ketaatan kepada aturan Allah dan Rosul adalah bukti nyata keimanan seseorang. Orang yang tidak taat pada perintah dan aturan Allah keimanannya hanya sebatas lisan dan tidak akan mendapatkan pengakuan dari Allah sebelum kepatuhan itu benar-benar ditunjukkan dalam kehidupan nyata.
Dalam ٍfirman-Nya :
            

Artinya : Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Pengorbanan dalam konteks hubungan dengan Allah digambarkan oleh keluarga Ibrahim. Keluarga ini cerminan dari keluarga sakinah yang penuh dengan keimanan. Ketika nabi Ibrahim mengatakan kepada anaknya bahwa beliau telah bermimpi (mendapat wahyu) untuk menyembelih anaknya, Ismail. Wahyu disampaikan kepada Ismail dengan perasaan harap dan cemas. Namun jawaban anaknya sebagai anak yang sholeh
إِفْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِى إِنْ شَاءَاللهُ مِنَ الصَّابِرِيْن
Artinya: (Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan kepada engkau, maka insya’allah engkau akan mendapati aku sebagai orang yang sabar)
Keluarga yang begitu interaktif antara ayah dan anak. Hubungan yang dialogis, bukan hubungan sosial otoriter. Nabi Ibrahim meski berfungsi sebagai ayah tidak ingin memonopoli amal tapi mengajak untuk sama-sama bisa berkorban. Dinamika sosial terjalin harmonis dalam keluarga.

Pengorbanan yang tiada tara seorang manusia yang mengharap anaknya puluhan tahun. Disaat masih kecil, Ismail ditempatkan dipadang pasir bersama istrinya karena perintah Allah, sebagai hamba yang taat tanpa syarat, melakukan tugas kenabian dengan penuh pengorbanan dan kesetiaan.
إِذْقَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ العَالَمِيْنَ
Artinya : Ketika Tuhannya berfirman kepadanya : tunduk patuhlah, Ibrahim menjawab aku tunduk patuh kepada tuhan semesta alam

Nabi Ibrahim sebagai manusia biasa dan sebagai hamba yang mendapat wahyu tentunya sifat kemanusiaannya melekat pada dirinya. Dengan perasaan sedih, ia mempersiapkan bekal untuk anak dan istrinya di tengah padang pasir. Sehingga ia tidak berani menoleh ke belakang saat meninggalkan anak dan istrinya. Namun saat ditanya Istrinya apakah ini perintah Allah lalu dijawabnya dengan mengatakan ya. Ajaran tauhid yang ditanamkan pada istri menimbulkan sikap istri yang begitu hormat kepada suami dan bersangka baik terhadap Allah S.W.T. Secara psikologis nabi Ibrahim mempertimbangkan bagaimana menyampaikan perintah Allah yang begitu berat secara menusiawi, dengan pendekatan simpatik pada istri dan anaknya. Namun karena pola pendidikan islami sudah tertanam dalam keluarga, maka sikap atau peilaku istri dan anaknya begitu antusias menyambut ajakan baik yang diperintahkan Allah tersebut.

Hadirin dan hadirat, jama’ah rahimakumulloh
Perintah Allah S.W.T yang diselesaikan secara sempurna itu membuahkan hasil berupa balasan yang terbaik dari Allah. Perintah meninggalkan anak dan istri di padang pasir secara sabar memperoleh nikmat Allah yang tiada henti, yaitu mengalir air zam zam dari tanah di bawah injakan kaki Ismail. Begitu pula ketika akan melaksanakan perintah meyembelih nabi Ismail diganti dengan pengorbanan yang luar biasa. Digambarkan dalam firman Allah Surah Al-Baqoroh 124:
          ••            
Artinya : Dan ingatlah ketika Ibrahim di uji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan) lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: ”sesungguhnya AKU akan menjadikan kamu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata dan saya mohon juga dari keturunan ku. Allah berfirman: janjiKU tidak mengenai orang yang dzolim”

Dalam ayat yang lain :
         
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu.

Dari gambaran tentang pengorbanan dari nabi Ibrahim dan keluarganya dapat di petik suatu ibrah (pelajaran) bahwa pengorbanan akan membawa hasil yang terbaik bagi karir manusia baik di dunia maupun di akhirat. Allah akan memberikan balasan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikan manusia dalam melakukan proses sosialnya.

Hadirin dan hadirat, jama’ah rahimakumulloh

Berkorban adalah suatu tuntutan sosiologis, siapapun yang mau melangsungkan hidup, mereka harus berkorban dengan apa yang ada pada mereka. Seseorang yang mau berhasil mencapai suatu puncak karirnya harus mampu mengorbankan segala keinginan yang mengganggunya.

Gambaran tentang pengorbanan ternyata menjadi landasan kehidupan manusia baik yang muslim maupun yang kafir. Masalahnya kaum kafir melepaskan diri dari amal dan tindakannya dari ruh ilahi robbi, sehingga segala upaya yang dilakukannya seberhasil apapun akan tetap sia-sia. Sebagaimana firman Alloh:

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ (محمد : ٨)

Dan orang-orang yang kafie maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah mengahpus amal-amal mereka.

Sebagai konsekwensi dari sunnatullah ketentuan alamiah yang di bangun Allah S.W.T, maka kehidupan di dunia akan terjadi secara alamiah, barang siapa yang berlari cepat dan bersungguh-sungguh maka akan cepat mencapai tujuan. Begitu pula nasib manusia akan terpuruk jika bersaing tidak dengan kecepatan lari yang sungguh-sungguh. Bangunan semangat berkorban memang harus ditanamkan sejak kecil. Allah S.W.T. menyatakan bahwa suatu bangsa (kaum) akan mampu merubah nasibnya kalau mereka memiliki format ideologi yang membangun visi dirinya untuk bersaing dan mengalahkan lingkungannya.

Keadaan umat Islam akhir-akhir ini benar-benar memprihatinkan kita semua. Jumlah umat yang banyak tidak membuat umat ini disegani oleh umat lain.

Diantara hikmah yang dapat diambil dari peristiwa pengorbanan nabi Ibrahim terhadap putranya ismail adalah menandakan bahwa agama Islam adalah agama yang mengajarkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan menganjurkan kepada para pemeluknya agar memiliki semangat berkorban dan rasa kasih sayang kepada sesamanya. Orang Islam tidak boleh memikirkan urusan pribadinya sendiri. Melainkan harus berkiprah ditengah-tengah masyarakat dan juga berusaha berjuang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pengorbanan yang dimaksudkan dalam Islam adalah pengorbanan yang tulus ikhlas bukan pengorbanan yang semu dan bersyarat. Pengorbanan yang diharapkan adalah pengorbanan yang didasari rasa cinta kasih dan ridlo ilahi bukan hanya pengorbanan yang hanya sekedar ikut berpartisipasi.

Akhirnya marilah kita berdo’a kepada Allah S.W.T agar dengan datangnya idul qurban ini akan segera tumbuh manusia-manusia pejuang yang bersedia mengorbankan segala kelebihan yang dimilikinya untuk kepentingan agama, bangsa dan negaranya dan semoga kita umat Islam menjadi hamba yang dicintai Allah S.W.T. amin.
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى القُرْأنِ العَظِيْم وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْم وَتَقَبَّلْ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم فَااسْتَغْفِرُوهُ فَيَا فَوْزَ المُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.

KHUTBAH KEDUA
اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَالللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَِثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ
وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَْلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاَعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ . وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، والحمد لله رب العالمين
عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

IKLAN – IKLAN – IKLAN – IKLAN – IKLAN – IKLAN – IKLAN – IKLAN — IKLAN – IKLAN – IKLAN – IKLAN – IKLAN —

INVESTASI AKHIROT
Investasi yang sangat menguntungkan, bukan hanya di dunia tetapi sampai di akhirat keuntungannya akan dipetik.
(disebutkan dalam surat Al-baqoroh)
Ini adalah investasi Jangka Panjang yang sesungguhnya, keuntungannya tidak ada habisnya
ANDA MAU……. ? ? ?
Salurkan bantuan ANDA baik berupa Zakat, Infaq, Shodaqoh Jariyah

Ke Panti Asuhan Anak Yatim dan Dhu’afa
HUDATUL MUNA 2
Jl. Yos Sudarso 2 B Ponorogo 63414
No Rek BRI Kota Unit III Ponorogo
6492-01-005224-53-1
Atas nama : Panti Asuhan Hudatul Muna 2
Jumlah Anak Panti pada tahun 2010 sebanyak 68 anak

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 16 November 2010 in Kolom

 

One response to “Nabi Ibrahim a.s Gambaran keluarga Sakinah (khutbah Idul Adha)

  1. Mas Raj

    14 Maret 2012 at 11:47

    Saya suka dengan pencerahan ini

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: