RSS

ILUSI KHILAFAH HIZBUT TAHRIR

16 Jun

oleh : al-Ustadz Muhammad Idrus Ramli

Jika ada orang bertanya, golongan mana di antara sekian banyak aliran dalam Islam yang paling tinggi khayalannya? Tentu jawabannya adala golongan Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir patut mendapat piala, sebagai aliran pengkhayal kelas berat. Mengapa demikian? Karena obsesi mereka tentang tegaknya khilafah al-nubuwwah (sistem pemerintahan idealis yang menjalankan aturan agama secara paripurna atau kaaffah), tidak sesuai dengan realitas masyarakat Islam internasional, dan tidak sesuai dengan dalil-dalil agama yang otoritatif dalam al-Qur’an dan Sunnah.

Ketika Anda bertanya kepada aktifis Hizbut Tahrir, apa dalil Anda tentang keharusan menegakkan khilafah al-nubuwwah yang menjadi obsesi Anda untuk masa depan? Tentu saja, jawaban mereka pasti mengarah kepada tiga dalil.

Dalil pertama) adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah: Nabi SAW bersabda: “Kaum Bani Israil selalu dipimpin oleh para nabi. Setiap ada nabi meninggal, maka akan diganti oleh nabi berikutnya. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku. Dan akan ada para khalifah yang banyak.” Mereka bertanya: “Apakah perintahmu kepada kami?” Beliau menjawab: “Penuhilah dengan membai’at yang pertama, lalu yang pertama. Penuhilah kewajiban kalian terhadap mereka, karena sesungguhnya Allah akan menanyakan mereka tentang apa yang menjadi tanggung jawab mereka”.

Hadits di atas tidak mendukung obsesi Hizbut Tahrir tentang tegaknya khilafah. Menurut al-Imam al-Nawawi, hadits di atas termasuk mukjizat yang jelas bagi Nabi r, dimana beliau mengabarkan tentang banyaknya para khalifah yang akan memimpin umatnya sesudahnya. Kenyataannya, sesudah beliau wafat, umat Islam memang dipimpin oleh para khalifah. Pendeknya, hadits di atas bukan perintah menegakkan khilafah al-nubuwwah.

Dalil Kedua) hadits Hudzaifah bin al-Yaman, bahwa Nabi SAW bersabda: “Kenabian akan menyertai kalian selama Allah menghendakinya, kemudian Allah SWT mengangkat kenabian itu bila menghendakinya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian dalam waktu Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya. Kemudian akan datang kerajaan yang menggigit dalam waktu yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya dan diganti dengan kerajaan yang memaksakan kehendaknya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian. Lalu Nabi SAW diam”. (HR. Ahmad, al-Bazzar dan al-Baihaqi).

Menurut Hizbut Tahrir, hadits di atas telah membagi kepemimpinan umat Islam pada empat fase. Pertama, fase kenabian yang dipimpin langsung oleh Nabi SAW. Kedua, fase khilafah yang sesuai dengan minhaj al-nubuwwah yang dipimpin oleh Khulafaur Rasyidin. Ketiga dan keempat, fase kerajaan yang diktator dan otoriter. Dan kelima, fase khilafah al-nubuwwah yang sedang dinanti-natikan oleh Hizbut Tahrir.

Sudah barang tentu asumsi Hizbut Tahrir bahwa hadits di atas memberikan bisyarah kepada mereka tentang kembalinya khilafah al-nubuwwah yang mereka nanti-nantikan, adalah tidak benar. Karena para ulama ahli hadits sejak generasi salaf yang saleh telah menegaskan bahwa yang dimaksud dengan bisyarah khilafah al-nubuwwah pada fase kelima dalam hadits di atas adalah khilafahnya Umar bin Abdul Aziz, penguasa ke delapan dalam dinasti Bani Umayah. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh perawi hadits Hudzaifah bin al-Yaman di atas, yaitu Habib bin Salim yang berkata:

“Habib bin Salim berkata: “Setelah Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, sedangkan Yazid bin al-Nu’man bin Basyir menjadi sahabatnya, maka aku menulis hadits ini kepada Yazid. Aku ingin mengingatkannya tentang hadits ini [yang aku riwayatkan dari ayahnya]. Lalu aku berkata kepada Yazid dalam surat itu: “Sesungguhnya aku berharap, bahwa Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang mengikuti minhaj al-nubuwwah sesudah kerajaan yang menggigit dan memaksakan kehendak.” Kemudian suratku mengenai hadits ini disampaikan kepada Umar bin Abdul Aziz, dan ternyata beliau merasa senang dan kagum dengan hadits ini.”

Di antara ulama yang menyatakan bahwa maksud khalifah dalam hadits di atas adalah Umar bin Abdul Aziz, adalah al-Imam Ahmad bin Hanbal, Abu Bakar al-Bazzar, Abu Dawud al-Thayalisi, Abu Nu’aim al-Ashfihani, al-Hafizh al-Baihaqi, al-Hafizh Ibn Rajab al-Hanbali, al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi, Syaikh Yusuf bin Isma’il al-Nabhani (kakek Taqiyyuddin al-Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir) dan lain-lain

Di sisi lain Nai SAW juga mengabarkan tentang masa khilafah al-nubuwwah (khilafah yang konsisten menerapkan ajaran Islam secara sempurna) sesudahnya yang hanya akan berjalan selama tiga puluh tahun.

“Sa’id bin Jumhan berkata: “Safinah menyampaikan hadits kepadaku, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pemerintahan Khilafah pada umatku selama tiga puluh tahun, kemudian setelah itu dipimpin oleh pemerintahan kerajaan.” Lalu Safinah berkata kepadaku: “Hitunglah masa kekhilafahan Abu Bakar (2 tahun), Umar (10 tahun) dan Utsman (12 tahun).” Safinah berkata lagi kepadaku: “Tambahkan dengan masa khilafahnya Ali (6 tahun). Ternyata semuanya tiga puluh tahun.” Sa’id berkata: “Aku berkata kepada Safinah: “Sesungguhnya Bani Umayah berasumsi bahwa khilafah ada pada mereka.” Safinah menjawab: “Mereka (Bani Umayah) telah berbohong. Justru mereka adalah para raja, yang tergolong seburuk-buruk para raja”. (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

Hadits di atas menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa kepemimpinan khilafah yang mengatur roda pemerintahan umat sesuai dengan ajaran kenabian (khilafah al-nubuwwah) dan menerapkan syariat Islam secara sempurna, hanya berjalan selama tiga puluh tahun, yaitu masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Agaknya berdasarkan hadits Hudzaifah di atas yang menjanjikan khilafah al-nubuwwah pada fase kelima, dan hadits Safinah yang membatasi khilafah al-nubuwwah dalam 30 tahun, beberapa ulama salaf seperti Imam Sufyan al-Tsauri dan Imam al-Syafi’i menegaskan bahwa khalifah itu hanya ada lima, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz.

Dalil Ketiga) tidak jarang dalam menjustifikasi visi dan misi perjuangan mereka untuk menegakkan khilafah tunggal di muka bumi, Hizbut Tahrir berargumentasi dengan ayat al-Qur’an dan hadits-hadits yang membawa bisyarah (kabar gembira) tentang kemenangan Islam menghadapi seluruh agama di seluruh dunia.

“Dialah Allah yang menjamin penyempurnaan cahaya-Nya dengan mengutus rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa bukti- bukti yang jelas dan agama kebenaran (Islam) agar agama ini terangkat tinggi melebihi semua agama sebelumnya. Sungguh Allah pasti akan memenangkan agama-Nya walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai hal itu.” (QS. al-Taubah : 33).

Dalam sebuah hadits diterangkan, bahwa Mas’ud bin Qabishah berkata: “Marga Muharib ini menunaikan shalat shubuh. Setelah itu, seorang pemuda di antara mereka berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya negeri-negeri Timur dan Barat di seluruh bumi ini akan ditaklukkan oleh kalian (umat Islam), dan sesungguhnya para pegawainya akan masuk ke neraka kecuali orang yang takut kepada Allah dan menunaikan amanat”. (HR. Ahmad).

Hadits di atas dan hadits-hadits lain yang serupa menjadi bisyarah (kabar gembira) bagi umat Islam, bahwa mereka akan menaklukkan seluruh negeri di Barat dan Timur. Islam akan tersebar dan menguasai seluruh dunia, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Menurut Hizbut Tahrir, bisyarah dalam hadits di atas tidak mungkin menjadi kenyataan kecuali melalui sistem pemerintahan khilafah, dimana kaum Muslimin berada di bawah satu komando seorang pemimpin yang bernama khalifah. Tentu saja penafsiran Hizbut Tahrir terhadap ayat dan hadits di atas sangat meleset jauh. Mengapa? Karena ayat dan hadits-hadits di atas, baik secara tersirat maupun secara tersurat, tidak mengisyaratkan bahwa bisyarah tersebut akan terjadi ketika khilafah telah kembali ke tangan kaum Muslimin. Dalam hadits di atas Nabi SAW tidak bersabda: “Kabar gembira ini akan terjadi apabila kalian memperjuangkan tegaknya khilafah, atau kalian bersatu di bawah naungan khilafah.” Bahkan para ulama salaf justru menegaskan bahwa kejayaan dan kemenangan Islam menghadapi seluruh agama di muka dunia, seperti yang diisyaratkan dalam ayat al-Qur’an dan hadits-hadits di atas akan menjadi kenyataan ketika Nabi Isa AS turun ke dunia menjelang hari kiamat nanti, setelah Dajjal turun menyebarkan kesesatan dan kerusakan di seluruh muka bumi. Hal tersebut seperti dijelaskan dalam kitab Tafsir al-Thabari, Ibnu Katsir dan al-Durr al-Mantsur. Wallahu a’lam.

(Tulisan ini disadur dari buku HIZBUT TAHRIR DALAM SOROTAN, tulisan Ustadz Muhammad Idrus Ramli, aktivis LBM NU Jember, terbitan Bina ASWAJA Surabaya, Juni 2011).

 
30 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Juni 2011 in Kolom

 

30 responses to “ILUSI KHILAFAH HIZBUT TAHRIR

  1. muhamad zaeni

    17 Juni 2011 at 03:36

    subhanallah…

     
  2. ala barokati abi hisaan

    26 Juni 2011 at 08:14

    SALAM KENAL…………ANA FATHUL QORIB ALUMNI PP. DARULLUGHAH WADDA’WAH BANGIL

     
  3. Azhar

    28 Juni 2011 at 11:04

    Ya Allah..hancurkanlah kaum kufur ya Allah… kaum yang sentiasa menidakkan agama mu ya Allah… kaum yang sentiasa menidakkan khilafahmu ya Allah…hancurkanlah mereka agar tertegaknya agamamu diseluruh muka bumi ini ya Allah… agar menjadi pelindung kepada kami, hambamu yang sering difitnah, ditindas dan disakiti ya Allah.
    Hancurkanlah ya Allah kaum ini yang tidak mempercayai kehebatanmu ya Allah…amin

     
  4. Azhar

    28 Juni 2011 at 12:52

    Ulama empat mazhab juga telah menyatakan bahawa tegaknya Khilafah Islamiyah adalah janji Allah SWT kepada orang-orang Mukmin. Al-Quran telah menyebutkan janji ini (tegaknya kekhilafahan Islam) dengan jelas dan terang. Allah SWT berfirman;

    “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa” .(QS an-Nur [24]: 55).

    Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat di atas, menyatakan, “Inilah janji dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW, bahawa Allah SWT akan menjadikan umat Nabi Muhammad SAW. sebagai khulafâ’ al-ardh; yakni pemimpin dan pelindung kepada umat manusia. Dengan merekalah (para khalifah) akan memelihara negeri dan seluruh hamba Allah akan tunduk kepada mereka.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr, VI/77).

    Imam ath-Thabari juga menyatakan, “Sesungguhnya Allah akan mewariskan bumi kaum musyrik dari kalangan Arab dan bukan Arab kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh. Sesungguhnya, Allah akan menjadikan mereka sebagai penguasa dan pengaturnya.” (Imam ath-Thabari, Tafsîr ath-Thabari, XI/208).

    Janji besar ini tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang beriman dan beramal soleh pada generasi para Sahabat sahaja, malahan berlaku juga sepanjang masa bagi orang-orang Mukmin yang beramal soleh. Imam asy-Syaukani berkata, “Inilah janji dari Allah SWT kepada orang yang beriman kepada-Nya dan melaksanakan amal soleh tentang Kekhilafahan bagi mereka di muka bumi, sebagaimana Allah pernah mengangkat sebagai penguasa kepada orang-orang sebelum mereka. Inilah janji yang berlaku umum bagi seluruh generasi umat. Ada yang menyatakan bahwa janji di dalam ayat tersebut hanya berlaku bagi Sahabat sahaja. Sesungguhnya, pendapat seperti ini tidak memiliki asas sama sekali. Alasannya adalah iman dan amal soleh tidak hanya dikhususkan pada Sahabat sahaja, namun ia juga boleh diraih oleh setiap generasi umat Islam sesudah mereka.” (Imam asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, V/241).

    Berdasarkan huraian para ulama di atas, dapatlah disimpulkan bahawa tegaknya Khilafah Islamiyah adalah janji Allah SWT. Ini bererti bahwa Khilafah Islamiyah pasti akan ditegakkan dengan izin Allah SWT. Seorang Muslim wajib meyakini bahawa Khilafah Islamiyah pasti akan ditegakkan kembali. Seorang Muslim tidak dibenarkan sama sekali menyatakan bahawa perjuangan menegakkan kembali Khilafah Islamiyah adalah satu bentuk perjuangan uthopia, khayalan, mustahil, kenangan sejarah dan sebagainya. Kenyataan-kenyataan seumpama itu merupakan satu bentuk keraguan terhadap janji Allah SWT. Al-Quran telah menyatakan dengan jelas, bahawa janji Allah SWT pasti ditunaikan:

    “Langit pun menjadi pecah-belah pada hari itu karena Allah. Janji Allah pasti terlaksana” (QS al-Muzammil [73]: 18).

    “Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS ar-Rum [30]: 6).

    Oleh itu, bersegeralah melibatkan diri dalam perjuangan yang penuh kemulian dan keberkatan ini. Benar, perjuangan menegakkan kembali Khilafah Islamiyah merupakan perjuangan penuh kemulian dan keberkatan .Oleh itu, inilah perjuangan yang direstui, yang dinyatakan oleh para ulama mu’tabar, dan dinaungi oleh janji Allah SWT, yang mana ia akan membuahkan kejayaan lalu menjadi sebab tertegaknya hukum-hukum Allah SWT secara syâmil, kâmil dan mutakâmil.

    Wallâh al-Muwaffiq ilâ Aqwam ath-Thâriq.

    MANA yang menerangkan dan mengatakan KHILAFAH ?? gak ada, baik hadits maupun al-qur’an.
    Yang mau menegakkan khilafah berarti orang/kelompok bughot, yang wajib diperangi….

     
    • Azhar

      29 Juni 2011 at 07:57

      Lalu kamu mau menegakkan apa? Mau menegakkan Kapitalis? Khilafah itu tinggalan Rasulullah dan para sahabat… apakah kapitalis lebih baik dari apa yang ditinggalkan oleh rasul?
      Sekarang ini sistem pemerintahan yang bagaimana di Indonesia? Adakah mengikut cara Islam? atau Demokrasi ciptaan taghut? Demokrasi yang dicipta oleh kapitalis..

      Cuba beri dalil nas yang menyatakan bahawa mereka-mereka yang ingin menegakkan sistem pemerintahan dan kehidupan Islam (khilafah) adalah kelompok bughot yang wajib diperangi.

       
    • Azhar

      15 September 2011 at 11:33

      Si penulis telah melakukan khianat dengan menulis komen terus di bawah komentar saya.. Semoga Allah memberi hidayah kepada si penulis blog ini.

       
    • mahmud

      8 Januari 2012 at 14:54

      gila….mo merangi sesama muslim

       
  5. Azhar

    2 Juli 2011 at 09:25

    Wahai Admin, diminta jangan membalas komentar dengan menulis langsung dibawah komen saya. Sila balas dalam kolum yang berlainan. Ia mengelirukan pembaca dan menimbulkan fitnah.

     
  6. ahmad

    4 Juli 2011 at 11:42

    bismillahirahmanirrahim….
    alhamdulillahirobbil’almin…
    washsholatu wassalamu ‘ala rosulillah….
    wahai kaum muslim
    Kenapa sebagian kalian mengejek sebagian yg lain…yg menginginkan khilafah dan syariah tegak di muka bumi,apakah kalian lebih mengetahui? ingatkah kalian terhadap firman Allah bahwa orang yg mengejek tidaklah lebih baik dari yg diejek…..tahukah kalian bahwa bagaimana jika sekiranya mereka memperjuangkan itu memang ikhlas karena mencari keridhaan Rab mereka, yg hinaan, cemoohan, terhadap mereka tidak sedikitpun mempengaruhi mereka untuk mengendurkan perjuangan mereka, walau mereka tidak tahu kapan khilafah akan tegak,tetapi janji Allah SWT dan Rosul-Nya adalah sudah cukup bagi mereka.

    saya tidak fanatisme terhadap kelompok yg memperjuangkan syariah dan khilafah, akan tetapi ketika ada orang yg mencela,menghina perjuangan penegakan syariah dan khilafah…saya justru mempertanyakan motifnya…terakhir saya hanya bisa berpesan ittaqullah…ittaqullah…
    subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilaih…

     
  7. zidniyilma

    12 Juli 2011 at 00:13

    Kalau HT berilusi, kenapa ya penulis kok getol ingin berpesan bahwa perjuangan penegakkan khilafah hanyalah khayalan. kenapa kok ditakuti, kalao orang HT berilusi. biarkanlah mereka berilusi. kalau penulis memperbiincangkan tentang ini terus, HT berterima kasih, karena dengan ini akan semakin banyak orang yang bertanya-tanya apa sih khilafah? kok sampai diributkan keberadaan idenya.

     
  8. elgoruti

    25 Juli 2011 at 13:51

    artikel ilusi khilafah dan hizbuttahrir benar-benar nggak nyambung, nggak ilmiah, nggak konsekuen……. maaf jangan bicara tentang agama kalo belum faham ilmunya….

     
  9. zay

    4 Agustus 2011 at 21:27

    saya setuju dengan gerakan hizbut tahrir karena tidak mengajarkan dengan kekerasan dan tidak separatis seperti nii. saya warga nu yang pernah dididik kyai nu, namun saya beranggapan bahwa hizbut tahrir harusnya menjadi wadah politik ormas2 Islam karena namanya saja partai tahrir, bisa meneruskan perjuangan sdi dan masyumi di zaman penjajahan dan pemerintah lama. jadi ormas2 yang mau berpolitik, berpolitik melalui hizbut tahrir sudah cukup(kalau pks, itu harusnya bukan partai, hanya jamaah tarbiyah saja, ngurusi pengajian warganya)

     
  10. ASA1453

    8 Agustus 2011 at 22:27

    Agaknya pemikiran mereka-mereka yang ragu akan kalamullah tentang kemenangan kaum muslimin serta bisyaroh rasulullah tentang kekhilafahan perlu di benahi, aqidahnya perlu diluruskan,,,, coba dh buka QS. Albaqarah:2. maka berhati-hatilah!!!terakhir pesan saya bagi orang2 yang suka memfitnah ” TUBU ILALLAHI TAUBATAN NASUHA”

     
  11. ukin

    20 Agustus 2011 at 03:40

    Allahu Akbar

     
  12. shah

    22 Agustus 2011 at 19:56

    aku sangat suka pada postingan ini,karna dengan ini aku lebih bangga pada HT,jelas dalil dalil HT itu bagus,sedang bantahannya tidak jelas gitu,menurutku yang nulis ini malah tidak alim,bukti kecilnya: ayat dan haditsnya saja ditulis dengan bahasa ajam saja,jangan jangan yang membuat artikel dan yang memposting ini manusia anti ARAB dan tergolong AJAM MILITAN!!!!

     
  13. shah

    22 Agustus 2011 at 20:09

     
  14. NU youth

    23 Agustus 2011 at 14:46

    Khilafah pasti tegak!!! Saya arek IPNU dan rekan rekanita yang lain juga dukung khilafah koq…

     
    • muhib

      8 Maret 2012 at 09:22

      IPNU yg aneh

       
  15. Abdulloh

    3 Oktober 2011 at 02:19

    ora ngerti sejatine khilafah, malah nrocos ngawur lan ngelantur nanggepi perkoro ngadeg jejeg’e khilafah, iki uwong orane mbelo jamaah’e, tapi malah ngeraguake, jan uwong ora becus . . . !!!
    lik ora ngerti ngilmune, ojo sakkarepe dewe nrocos, timbang tak wadahi toples gawe suguhan jajan.
    totonen ilmu’mu, lik wis leres, baru nrocos’o.

    Gawe jamaah: Khilafah kuwi mesti lan ora ngeraguake, ayo podho murup atine, amprih Khilafah ngadeg jejeg . . . !!!

     
  16. Sabrowy Abdullah

    14 Oktober 2011 at 15:26

    sangat menyenangkan

     
  17. Hendras Sakti

    16 Oktober 2011 at 20:25

    Wajib bagi kita umat Islam bejuang menegakkan nilai-nilai dien Alloh “ISLAM” di semua bidang kehidupan. Khilafah adalah satu-satunya sarana yang terbaik untuk mencapai penegakan nilai-nilai Islam secara keseluruhan tanpa kecuali karena sistem Khilafah telah terbukti dan telah dicontohkan oleh generasi Islam terbaik yang terdahulu… Allohu Akbar…

     
  18. Rahman Hidayat

    24 Oktober 2011 at 11:16

    jika ada orang islam yang berkomentar dengan tidak percaya bahwa islamlah yang dan hanya dengan sisten islamlah kta akn sjahtera atau tdk percaya dngan tegaknya khilafah alaminhaji nubuwwah……..mka keyakinannya belum kokoh terhadap kebenaran islam meskipun ia adalah seorang ustadz bahkan seorang ulamapun…….karena sesungguhnya kta hrus bangga menjadi orang krena Islam bukan hanya sebagai agama ritual akan tetapi merupakan sebuah Ideologi, sebuah sistem yang mampu mengatur seluruh kahidupan manusia sebagaimana telah terbukti pada masa Rasulullah dan para shabat……..semoga Allah memberikan hidayah bagi orang-orang yang menghalangi tegaknya syariat Islam dibawah naungan Khilafah sehingga mereka sadar bahwa ini merupakan perkara yang penting dan merupakan keharusan bagi seorang muslim yang beriman…amin……

     
  19. mahmud

    8 Januari 2012 at 16:19

    kalau ada orang mengaku ulama tapi menolak Khilafah, berarti ada 3 kemungkinan,
    1. Dia tidak tahu/bodoh, maka kewajiban kita memberi tahu,
    2.dia lalai mungkin ada kepentingan tertentu, maka tugas kita mengingatkan,
    3.dia sombong, terselimuti hatinya dengan dengki, maka kita harus berdoa dan bersabar, kita tunggu balasan dari sisi Allah swt atas orang-orang yang sombong ini. Karena kalau ada orang menolak Khilafah,apalagi mengaku ulama,berapa banyak ayat al Quran yang harus dia buang?”. “ pentingnya penegakan Syariah dan Khilafah. Tanpa Khilafah kita dijajah secara ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dll. Salah satunya, fakta menunjukkan ketika barat memberikan utang kepada negeri-negeri muslim, maka dengan mudah mereka mengatur urusan pemerintahan dan politik di dunia muslim, akibatnya kita umat Islam dikendalikan dalam seluruh sendi kehidupan. agar umat Islam mengambil peran untuk melakukan perubahan menuju kepada satu-satunya pilihan yaitu tegaknya syariah dalam bingkai Khilafah Islamiyah.
    walllohualm bsaf………….

     
  20. Azhar

    16 Januari 2012 at 16:07

    Setuju dengan Mahmud.. InsyaAllah… Akan gemilang kembali Islam.. Itu sudah pasti…

     
  21. Islah

    2 Maret 2012 at 09:15

    Astaghfirullah… Ampuni kami Jika Kami ini bodoh dan tidak mencari ilmu tentang dienMu dengan sungguh-sungguh..
    Beri petunjuklah kami Ya Allah.. tunjukkan yg benar itu benar dan yg bathil itu bathil. aamiin.

    Tidaklah Perjuangan penegakkan khilafah seringan membalikkan telapak tangan, banyak penentangan, tidak hanya dari kaum kuffar harbi.. tapi juga dari tubuh kaum muslimin sendiri yg telah tercekoki paham liberal…

    Semoga Admin tidak asal sadur isi buku… harus jeli dan diteropong dari kacamata islam dulu, apa motif buku itu.. sekali lagi jangan asal sadur dari sumber referensi yg tidak jelas dan cinderung bathil…

    Sudah bukan saatnya lagi memperdebatkan khilafah itu ilusi atau bukan… roda terus berputar, dakwah terus berjalan, janji Allah kian dekat… Khilafah segera hadir, semoga kita mampu menjadi bagian pemerjuang kebangkitannya…

     
  22. Helmi

    3 Maret 2012 at 07:04

    Aduh dangkal banget mikirnya mas…jauh dari pemikiran akademis, hanya emosiaonal tanpa hujjah

     
  23. muhib

    8 Maret 2012 at 09:25

    HT itu aneh, anti demokrasi tp memanfaatkan iklim demokrasi untuk menegakkan Khilafah, Komplikasi !!!!! tdk konsisten….

     
  24. muhib

    8 Maret 2012 at 09:34

    Tulisan ilmiah ada hujjahnya dibilang g ilmiah, malah koment2 dibawahnya yg g ilmiah dan g ada hujjahnya.
    Wahai teman2 HT, baca dengan teliti jangan hanya menghujat saja, lihat di akhir artikel ada kalimat “Wallahu A’lam”. Dalami maksudnya…. jangan koment sana-sini tp sebenarnya g faham dengan kalimat ini…..

     
  25. bah jai

    8 Maret 2012 at 10:28

    khilafah tegak = mesti , syari’ah islam tegak = pasti ,
    yang harus kita fikirkan , bagaimana cara melangkahnya dan merealisasikannya.
    titip ya brother , berfikir tegaknya khilapah bukan ilusi tetapi usaha keluar supaya tidak mati konyol.
    saudaraku, please antum , jangan hanya menghujat saudara yang sedang berusaha memuliakan negeri ini , tetapi apa usaha anda untuk memuliakan negri ini.
    jika anda masih bingung cara melangkah dalam menegakkan khilafah dan syari’ah ikutilah langkah – langkah pks . maaf bukan harus menjadi kader pka, cukuplah menjadi simpatisan saja , sambil berjalan pahami platform perjuangan pks

     
  26. milda

    10 Maret 2012 at 17:39

    kapitalisme telah kelihatan keroposnya,,demokrasi tak bisa diharapkan,,saat sistem itu tak mendapat lagi kepercaan,,marilah kita sebagai kaum muslimin bersiap menggantinya dengan sistem islam,,bukan malah pasrah dengan sistem yang ada dan menganggap penegakan khilafah sebagai syarat memberlakuan sistem islam itu hayalan,,

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: